Judul
Buku :
Twilight : Novel Grafis Volume 1
Pengarang
: Stephenie Meyer
Ilustrator
: Young Kim
Alih
Bahasa : Rosi L.
Simamo
Penerbit
: PT GRAMEDIA PUSTAKA
UTAMA
Tahun
Terbit : Oktober 2010
Harga
: Rp 65.000,00
Ukuran
Buku : 14 x 21 cm
Tebal
: 224 halaman
ISBN-13
: 978 – 979 – 22 – 6251 – 3
"Tentang tiga hal yang
benar-benar aku yakin:
Pertama, Edward adalah
seorang Vampir.
Kedua, ada sebagian
dirinya-- dan aku tak tahu seberapa dominan bagian itu -- yang haus akan
darahku.
Dan ketiga, aku
mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat."
Demikianlah penggalan kalimat yang telah dikutip dari Novel Grafis
Twilight Volume 1 ini. Twilight fans pasti berbahagia karena
mereka bisa menikmati kisah cinta tokoh idola mereka, Bella Swan dan Edward
Cullen dalam media yang berbeda. Young Kim, komikus muda yang berhasil mengadaptasi kisah Twilight ini menjadi sebuah
komik yang dikemas dalam bentuk novel grafis.
Kali pertama, novel grafis
aslinya diterbitkan oleh Yen Press, dan sukses mencetak rekor penjualan novel
grafis di Amerika Serikat. Kemudian Indonesia pun mendapatkan hak cipta untuk
mengalihkan bahasa dan menerbitkannya kembali.
Terlepas dari itu, Stephenie
Meyer, pengarang asli dari dari Twilight Saga mengungkapkan kepuasannya atas
kerja Young Kim. Dia mengatakan bahwa gambar yang dihasilkan benar-benar sesuai
dengan imajinasinya selama menulis Twilight Saga.
"Benar-benar indah.
Bekerja bersama Young selalu sangat menarik tapi lebih daripada itu, ia
membawaku kembali ke pengalaman pertama Twilight-ku" ujarnya tertulis pada bagian pembuka novel grafis
tersebut. Meyer tak
memungkiri bahwa ada kesamaan pemikiran antara dirinya dan Kim soal dunia dalam
kisah Twilight. Gambar-gambarnya
sangat dekat dengan apa yang ada dalam pikirannya ketika menulis Twilight.
Kisahnya dimulai ketika
Isabella Swan (Bella), yang harus pindah dari Phoenix ke kota kecil bernama
Forks yang terletak di barat laut Washington untuk tinggal bersama ayahnya,
Charlie. Bella yang selama ini tinggal bersama ibunya, Renee, memutuskan hal
tersebut untuk memberi kesempatan pada ibunya yang baru menikah dengan suami
barunya, Phil, mungkin juga ini adalah kesempatan untuk lebih mengenal ayah
kandungnya.
Kota Forks dan Phoenix berbeda
dalam banyak hal. Dari mulai cuaca hingga jumlah penduduknya. Bella selalu
membenci Forks, dan sangat mencintai Phoenix. Tapi ternyata di Forks-lah ia
bertemu dengan Edward Cullen. Penulis menyebut ketampanan Edward sebagai
“keindahan luar biasa yang memancarkan kekejaman”. Dia adalah VAMPIR.
Dengan kulit
porselen, sepasang mata keemasan, dan suara merdu memikat, Edward sungguh sosok
teramat menarik yang membuat Isabella terpikat. Selama ini Edward telah
berhasil menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya, tapi Bella bertekad
untuk menyingkapkan rahasia paling kelamnya. Hanya saja Bella sama sekali tidak
menyadari bahaya yang menantinya, ketika hubungannya dengan Edward semakin
akrab.
Sanggupkah Bella berpaling dan
meninggalkan Edward sebelum segalanya terlambat dan tak ada jalan kembali
baginya?
Ini adalah kisah cinta
terlarang. Sama seperti cinta terlarang pada novel-novel remaja lainnya, dimana
cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati
pada saat yang sama.
Dengan bentuk novelnya yang
dibuat komik, pembaca menjadi semakin penasaran sehingga tertarik untuk
membacanya. Seperti apa sih jadinya? Kira-kira pasti begitulah pikiran kita.
Young berhasil menejermahkan
kata-kata yang tertulis pada novel aslinya ke dalam gambar-gambar yang indah.
Karakter dan latarnya sangat mirip dengan bayangan kita, setidaknya novel ini
lebih baik dari novel aslinya dengan alurnya yang tidak berbelit-belit karena
sudah berupa komik.
Sayangnya, mungkin keinginan
kita akan berkurang setelah melihat bagian covernya, pemilihan ilustrasinya
kurang tepat dan tidak jelas, kalau saja penulis memuat gambar vampire yang sesuai dengan terkaan kita
ketika mengingat Twilight, mungkin itu akan mampu memikat pembaca untuk melirik
sampai membaca buku ini.
Selain itu cerita per
bukunya juga sangat pendek, terlihat karena akhir cerita dari novel ini hanya
sampai pada saat Edward menyatakan jati dirinya kepada Bella. Apalagi novel ini
baru volume 1, sementara kelanjutan cerita yang harus diceritakan masih sangat
panjang. Padahal harganya lebih mahal dari novel-novel remaja biasa.
Namun tidak dapat dipungkiri,
novel ini benar-benar cocok untuk dibaca oleh para remaja, bahkan untuk yang
bukan penggemar Twilight sekalipun. Kisahnya yang dirangkai unik dengan jalan
ceritanya yang penuh intrik romantis dan sulit ditebak karena ketegangannya
yang dibangun secara bertahap membuat para remaja yang membaca pasti tidak
ingin novel ini cepat habis dan bisa dinikmati lebih lama lagi.
Walaupun terdapat beberapa
kritik atas novel grafis ini, kita harus mengakui bahwa buku ini sudah sukses
mencetak rekor dalam penjualan novel grafis di Amerika Serikat. Saya juga
yakin, sebentar lagi novel ini pasti akan menjadi best seller di Indonesia. Lihat saja!



Label: Pelajaran