Minggu, 09 Desember 2012




Judul Buku          :    Twilight : Novel Grafis Volume 1
Pengarang          :    Stephenie Meyer
Ilustrator            :    Young Kim
Alih Bahasa        :    Rosi L. Simamo
Penerbit             :    PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA    
Tahun Terbit        :    Oktober 2010
Harga                 :    Rp 65.000,00
Ukuran Buku      :    14 x 21 cm
Tebal                  :    224 halaman
        ISBN-13             :    978 – 979 – 22 – 6251 – 3

"Tentang tiga hal yang benar-benar aku yakin: 
Pertama, Edward adalah seorang Vampir.
Kedua, ada sebagian dirinya-- dan aku tak tahu seberapa dominan bagian itu -- yang haus akan darahku.
Dan ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat."

Demikianlah penggalan kalimat yang telah dikutip dari Novel Grafis Twilight Volume 1 ini. Twilight  fans pasti berbahagia karena mereka bisa menikmati kisah cinta tokoh idola mereka, Bella Swan dan Edward Cullen dalam media yang berbeda. Young Kim, komikus muda yang berhasil mengadaptasi kisah Twilight ini menjadi sebuah komik yang dikemas dalam bentuk novel grafis.
Kali pertama, novel grafis aslinya diterbitkan oleh Yen Press, dan sukses mencetak rekor penjualan novel grafis di Amerika Serikat. Kemudian Indonesia pun mendapatkan hak cipta untuk mengalihkan bahasa dan menerbitkannya kembali.
Terlepas dari itu, Stephenie Meyer, pengarang asli dari dari Twilight Saga mengungkapkan kepuasannya atas kerja Young Kim. Dia mengatakan bahwa gambar yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan imajinasinya selama menulis Twilight Saga.
"Benar-benar indah. Bekerja bersama Young selalu sangat menarik tapi lebih daripada itu, ia membawaku kembali ke pengalaman pertama Twilight-ku" ujarnya tertulis pada bagian pembuka novel grafis tersebut. Meyer tak memungkiri bahwa ada kesamaan pemikiran antara dirinya dan Kim soal dunia dalam kisah Twilight. Gambar-gambarnya sangat dekat dengan apa yang ada dalam pikirannya ketika menulis Twilight.
Kisahnya dimulai ketika Isabella Swan (Bella), yang harus pindah dari Phoenix ke kota kecil bernama Forks yang terletak di barat laut Washington untuk tinggal bersama ayahnya, Charlie. Bella yang selama ini tinggal bersama ibunya, Renee, memutuskan hal tersebut untuk memberi kesempatan pada ibunya yang baru menikah dengan suami barunya, Phil, mungkin juga ini adalah kesempatan untuk lebih mengenal ayah kandungnya.
Kota Forks dan Phoenix berbeda dalam banyak hal. Dari mulai cuaca hingga jumlah penduduknya. Bella selalu membenci Forks, dan sangat mencintai Phoenix. Tapi ternyata di Forks-lah ia bertemu dengan Edward Cullen. Penulis menyebut ketampanan Edward sebagai “keindahan luar biasa yang memancarkan kekejaman”. Dia adalah VAMPIR.
Dengan kulit porselen, sepasang mata keemasan, dan suara merdu memikat, Edward sungguh sosok teramat menarik yang membuat Isabella terpikat. Selama ini Edward telah berhasil menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya, tapi Bella bertekad untuk menyingkapkan rahasia paling kelamnya. Hanya saja Bella sama sekali tidak menyadari bahaya yang menantinya, ketika hubungannya dengan Edward semakin akrab.
Sanggupkah Bella berpaling dan meninggalkan Edward sebelum segalanya terlambat dan tak ada jalan kembali baginya?
 Ini adalah kisah cinta terlarang. Sama seperti cinta terlarang pada novel-novel remaja lainnya, dimana cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama.
Dengan bentuk novelnya yang dibuat komik, pembaca menjadi semakin penasaran sehingga tertarik untuk membacanya. Seperti apa sih jadinya? Kira-kira pasti begitulah pikiran kita.
Young berhasil menejermahkan kata-kata yang tertulis pada novel aslinya ke dalam gambar-gambar yang indah. Karakter dan latarnya sangat mirip dengan bayangan kita, setidaknya novel ini lebih baik dari novel aslinya dengan alurnya yang tidak berbelit-belit karena sudah berupa komik.
Sayangnya, mungkin keinginan kita akan berkurang setelah melihat bagian covernya, pemilihan ilustrasinya kurang tepat dan tidak jelas, kalau saja penulis memuat gambar vampire yang sesuai dengan terkaan kita ketika mengingat Twilight, mungkin itu akan mampu memikat pembaca untuk melirik sampai membaca buku ini.
 Selain itu cerita per bukunya juga sangat pendek, terlihat karena akhir cerita dari novel ini hanya sampai pada saat Edward menyatakan jati dirinya kepada Bella. Apalagi novel ini baru volume 1, sementara kelanjutan cerita yang harus diceritakan masih sangat panjang. Padahal harganya lebih mahal dari novel-novel remaja biasa.
Namun tidak dapat dipungkiri, novel ini benar-benar cocok untuk dibaca oleh para remaja, bahkan untuk yang bukan penggemar Twilight sekalipun. Kisahnya yang dirangkai unik dengan jalan ceritanya yang penuh intrik romantis dan sulit ditebak karena ketegangannya yang dibangun secara bertahap membuat para remaja yang membaca pasti tidak ingin novel ini cepat habis dan bisa dinikmati lebih lama lagi. 


Walaupun terdapat beberapa kritik atas novel grafis ini, kita harus mengakui bahwa buku ini sudah sukses mencetak rekor dalam penjualan novel grafis di Amerika Serikat. Saya juga yakin, sebentar lagi novel ini pasti akan menjadi best seller di Indonesia. Lihat saja!

0 komentar:

Posting Komentar